Cari Blog Ini

Jumat, 21 Juni 2019

Bukan Aku

Wajah yang selalu tersenyum
Indah, memancarkan suasana kesejukan
Namun aku tak pernah tahu isi hati
Disana terlalu gelap dan sunyi

Andai aku bisa ke sana
Akan aku terangi dengan cinta
Namun kau tutup rapat
Gaungku tak berarti sama sekali

Gumpalan awan beri aroma hujan
Untaian rintik mulai hiasi daun
Namun hatimu tetaplah gersang
Untuk siapa kau selalu tersenyum

Kamis, 09 Mei 2019

Eskatologi

Eskatologi adalah ilmu yang mempelajari kejadian setelah kematian dan tentang hari kiamat. Eskatologi sangat erat hubunganya dengan Aqidah umat Islam.

Ilmu ini bermula saat Malaikat Jibril bertaya Pada Nabi. Jibril bertanya tentang waktu terjadinya hari kiamat. Namun Nabi juga tidak tahu. Jibril kemudian bertanya mengenai tanda-tanda hari kiamat. Nabi menjelaskan tanda-tandanya.

Diantara tanda-tanda kiamat yang disebutkan Nabi terdapat Dajjal. Dalam Ilmu Eskatologi dikatakan Dajjal akan menguasai dunia dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan menguasai Ekomoni dunia. Dalam tubuh besar perekonomian dunia, bank-bank adalah jantungnya dan uang kertas adalah darahnya.
Cara ke dua adalah dengan bala tentaranya.

Di akhir dunia nanti, riba akan menyebar luas bagai debu. Semua orang pasti akan menghirupnya. Tak akan ada satu manusiapun yang dapat lari darinya. Karena riba tersebut menjelma menjadi uang kertas yang kita gunakan sehari-hari.

Diceritakan pada awal kemerdekaan, Presiden Soekarno bertanya kepada para Ulama. "Kita memiliki masalah besar. Saya membutuhkan fatwa kalian karena ini bukan ranah saya", pinta soekarno
"Silahkan wahai bung Karno!" jawab Ulama.
"Ini tentang pengunaan uang kertas, apakah termasuk riba?"
Setelah lama para ulama bermusyawarah akhirnya mendapatkan kejelasan. Para ulama memperbolehkan penggunaan uang kertas asalkan ada jaminanya berupa emas yang tersedia di bank.

Kita tahu bahwa pada masa awal kemerdekaan Rupiah sangat kuat. Satu ripiah sama dengan satu dolar. Rupiah merupakan mata uang paling kuat karena satu-satunya yang memiliki jaminan emas di bank. Namun, setalah sekian lama jaminan itu hilang dan rupiah melemah hingga sekarang.

Semoga Allah selalu mengampuni dosa kita.


Rabu, 08 Mei 2019

P.U.A.S.A

P pagi buta bangun untuk sahur
U udah sahur jangan lupa niat puasa
A ada aja yang ngajak mokel siang-siang
S sabar..! orang ibadah emang banyak godaan
A alhamdulillah, akhirnya waktunya buka tiba

Siklus harian bulan puasa yang saya alami di hari pertama. Bagaimana dengan anda? Pasti beda kan. Kalo sama, itu cuma kebetulan, he. Karena setiap hamba pasti punya cobaan yang berbeda. Tergantung kuat lemahnya iman.

Udah..aku endak mau banyak omong. Skuy, nonton Nussa di net sambil nunggu buka puasa. Selamat beribadah....

Senin, 06 Mei 2019

Minta Maaf Sebelum Puasa

Tidak ada yang salah dengan meminta maaf. Kapan saja anda minta maaf boleh. Namun akan menjadi salah ketika menghkususkan waktu tertentu untuk minta maaf. Siapa tahu usia kita habis sebelum waktu itu sampai, yang benar itu kita harus mudah memaafkan kapan saja.
Akhir-akhir ini ada hadis yang beredar mengenai minta maaf sebelum puasa Ramadhan. Hadist tersebut menceritakan do'a malaikat Jibril sebagai berikut.

“Ya Allah, abaikan puasa umat nabi Muhammad SAW, apabila sebelum ramadhan dia belum:

Memohon maaf kepada kedua orang tua jika keduanya masih hidup.Bermaafan antara suami istriBermaafan dengan keluarga kerabat serta orang sekitar.”dst

Ustad Ammi Nur Basit menyatakan bahwa hadis tersebut tidak shohih. Beliau mengatakan hadis yang sohih tentang do'a jibril sebelum puasa adalah sebagai berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم رقي المنبر فقال : آمين آمين آمين فقيل له  يارسول الله ما كنت تصنع هذا ؟ ! فقال : قال لي جبريل : أرغم الله أنف عبد أو بعد دخل رمضان فلم يغفر له فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد أدرك و الديه أو أحدهما لم يدخله الجنة فقلت : آمين ثم قال : رغم أنف عبد أو بعد ذكرت عنده فلم يصل عليك فقلت : آمين

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam naik mimbar lalu beliau mengucapkan, ‘Amin … amin … amin.’ Para sahabat bertanya, ‘Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?’ Kemudian, beliau bersabda, ‘Baru saja Jibril berkata kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan,’ maka kukatakan, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui kedua orang tuanya masih hidup, namun itu tidak membuatnya masuk Jannah (karena tidak berbakti kepada mereka berdua),’ maka aku berkata, ‘Amin.’ Kemudian, Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersalawat ketika disebut namamu,’ maka kukatakan, ‘Amin.”"

Hadis ini dinilai sahih oleh Al-Mundziri dalam At-Targhib wa At-Tarhib, 2:114, 2:406, 2:407, dan 3:295; juga oleh Adz-Dzahabi dalam Al-Madzhab, 4:1682. Dinilai hasan oleh Al-Haitsami dalam Majma’ Az-Zawaid, 8:142; juga oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Al-Qaulul Badi‘, no. 212; juga oleh Al-Albani di Shahih At-Targhib, no. 1679.

Ustadz Ammi nur Basit juga memperingatkan kepada kita dengan tegas agar tidak mengatakan sesuatu yang tidak kita ketahui. Apalagi menyangkut hadist dan al-Qur'an.

Semoga bermanfaat

Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan fastabiqul khoirot yang paling utama. Sehingga pada bulan-bulan sebelumnya yaitu bulan Rajab dan bulan Syakban biasa diumpamakan sebagai bulan (tanam dan siram) pemanasan untuk fastabiqul khoirot. Karena pada bulan Ramadhan ini pahala kita akan dilipat gandakan berbeda dengan di bulan lain. Dalam bulan ini juga ada malam yang lebih spesial dari malam lainnya yaitu malam Lailatul Qodar. Seperti yang kita ketahui bahwa malam Lailatul Qodar ini lebih baik dari seribu bulan. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk bermalas-malasan.

Bermalas-malasan pada bulan ini akan menimbulkan kerugian dan penyesalan. Karena belum tentu kita dapat menjumpai bulan mulia ini di tahun depan. Kita harus terus bersemangat beribadah di bulan suci ini. Jangan sampai kita hanya diawalnya saja. Kita harus tetap beristiqomah dan kuat beribadah. Kekuatan kita dalam beribadah inilah yang mencerminkan keimanan kita. Seperti terdapat dalam cerita berikut.

Al-kisah, di Madinah ada seorang kakek-kakek.
Kakek itu tidak terlihat merasa lelah mengikuti jama'ah sholat tarawih para Sahabat. Padahal bacaan al-Qur'an yang dibaca sangat panjang dalam satu rakaat bisa satu Juz. Menurut riwayat, jumlah rakaat shalat tarawih para sahabat lebih banyak dari rakaat shalat tarawih Nabi. Salah seorang dari mereka bertanya pada kakek itu. "kek, apa yang membuat anda kuat mengikuti shalat tarawih yang sangat panjang ini?, padahal anda terlihat begitu lemah. Sang Kakek menjawab: "yang membuat saya kuat adalah Iman saya, nak." (Dengan iman dan Akhlak saya menjadi kuat. Tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah).

Semoga kita tetap bisa Istiqomah dan meraih malam Lailatul Qodah....Aamiin...

Selamat menunaikan ibadah puasa, kawan.

Senin, 18 Februari 2019

Iblis ada di perempatan

Kata Hijrah sering sekali kita dengarkan dari lisan generasi milenial. Bahkan menjadi tren di beberapa orang. Ini adalah suatu kemajuan yang baik. Karena kesadaran beragama semakin meningkat. Orang semakin sadar akan pentingnya mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan.

Namun ada beberapa hal kecil yang harus kita koreksi. Bahwa kata Hijrah sendiri sebenarnya kurang tepat untuk di gunakan di era sekarang. Karena tidak ada hijrah setelah penaklukkan kota Makkah. Kata yang lebih tepat adalah taubat, kembali belajar agama.

Jika kita melihat sejarah, hijrah di zaman Nabi penuh dengan pengorbana. Tidak hanya harta yang mereka tinggalkan bahkan keluarga. Namun Allah mengganti harta dan keluarga mereka karena Nabi mempersaudarakan mereka dengan orang Yasrib atau Madinah. Untuk generasi milenial sangat diharapkan mampu mencontoh semangat para sahabat nabi dalam berhijrah. Karena pengorbanan zaman sekarang tidak seberat pada zaman Nabi.

Dan jika kita sudah benar-benar berhijrah (bertaubat) maka jangan kalian melihat ke belakang. Jangan sekali-kali mengingat kenikmatan dosa yang kita buat. Karena Iblis telah siap di perempatan jalan untuk membelokkan kalian dari jalan yang lurus. Tutuplah kelakuan buruk dengan perilaku baik ke sesama.

Mari bertaubat berjamaah, karena Allah tidak pernah lelah mengampuni hambaNya. Bahkan hambaNya yang lelah bertaubat...

Jumat, 08 Februari 2019

Ciri-ciri Orang Cinta Dunia

Cinta, adalah perasaan suka terhadap sesuatu secara berlebihan. Perasaan ini akan mendorong kita melakukan apapun untuk mendapatkannya. Dan cinta pada dasarnya bukanlah hal yang buruk, namun yang menjadikannya baik atau buruk tergantung pada yang mencintai dan yang dicintai. Jika yang dicintai baik, dengan cara yang baik maka akan menjadi baik. Jika yang dicintai tidak baik, dengan cara yang tidak baik hasilnya juga tidak akan baik. Mencintai yang tidak baik adalah mencintai dengan berlebihan. Kecintaan yang berlebihan akan menjadikan kita diperbudak oleh yang kita cintai. Maka dari itu cinta berlebihan pada dunia adalah hal yang tidak baik. Karena bisa membuat kita diperbudak oleh dunia.

Ciri-ciri kita cinta dunia adalah:

1. Sering berpikir bagaimana harta kita akan bertambah.
2. Lebih bahagia saat cita-cita dunia tercapai, dari pada cita-cita yang berbau akhirat contoh: hafal Qur'an.
3. Sangat ambisi mengejar karir, dan tak merasa bersalah saat melakukan dosa kecil.
4. Lebih tertantang melihat orang yang lebih sukses masalah dunia, dari pada masalah ibadah.
5. Sering membayangkan menjadi orang kaya
6. Merasa tertekan saat gagal meraih impian dunia.
7. Terlalu sedih saat kehilangan barang kesayangan.
8. Lebih pusing memikirkan pekerjaan dari pada dosa.
9. Tidak persiapan dengan baik saat hendak ibadah.
10. Tidak sempat membaca al-Qur'an.
11. Lebih khusyu' berdoa meminta dunia dari pada saat meminta akhirat.
12. Sibuk memikirkan pedangan manusia dari pada berusaha menjadi lebih baik di hadapan Allah.

Cara mencintai dunia dunia dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu ke pada api yang menjadikannya abu.

‌Dunia ibarat pakaian, janganlah dimasukkan ke tubuh. Nanti bisa mati.

Selasa, 05 Februari 2019

Now or Never


Dalam kehidupan, ada banyak hal yang tidak akan pernah kembali jika terlewatkan. Misalnya usia, waktu, kesempatan, masa muda, kehidupan, juga cinta.
Teringat kisah Plato, dia bertanya pada gurunya Sekretes.
Plato: "Wahai guru, apa itu cinta?"
Sekretes: "Berjalanlah engkau di kebun gandum dan carikan untukku sebatang gandum yang paling bagus menurutmu!. Ambil hanya satu batang dan kamu tidak boleh berjalan ke belakang"
Platopun mengikuti perintah gurunya.
"Plato, mana gandum yang aku suruh ambilkan"
"Maaf guru, saya tidak berhasil mengambil gandum yang paling bagus. Sebenarnya saya sudah melihat gandum yang paling bagus, tapi saya tidak mengambilnya karena saya pikir di depan masih ada yang lebih bagus. Ternyata di depan tidak ada yang lebih bagus"
"Seperti itulah cinta"

Sabtu, 19 Januari 2019

Hakikat Cinta

Membicarakan soal cinta memang sudah terlalu maindstream. Apalagi untuk kalangan muda, masalah cinta tidak akan lepas dalam kesehariannya. Namun di sini saya coba membahas cinta dari sisi lain, semoga bisa terkesan mind blowing hehe...

Cinta tak selamanya unyu dan merah jambu. Cinta juga bisa berubah menjadi merah membara membakar semangat di jalanNya. Seperti cinta yang ditunjukkan oleh para leluhur terhebat kita.
Cinta adalah...

Cinta adalah Abdullah ibn Jahsy, yang harus menguatkan hati melawan ayahnya sendiri.

Cinta adalah Siti hajar, yang rela ditinggal sendiri bersama Ismail kecil di Padang tandus.

Cinta adalah Abu Ayub al Anshari yang menyediakan tempat tinggal untuk Rasulullah.

Cinta adalah Ja'far ibn abu Tholib yang mendekap panji Rasulullah dengan sisa tangannya yang terputus saat perang mut'ah.

Cinta adalah Muhammad ibn Abdillah yang dituduh gila, penyihir, dipenuhi cacian, dihinakan makian, dilempar Batu, kotoran unta, gunjingan, fitnah, namun dibalas dengan ampunan saat pembebasan makkah.

Mereka adalah para pecinta sejati, untuk kita siapapun yang kita cintai haruslah berlandaskan cinta kepada Allah. Supaya cinta kita dapat mendekatkan kita kepada sang Maha cinta sejati Allah SWT.

Kamis, 17 Januari 2019

Berjuang bukan untuk mati tapi untuk hidup


        Aku telah memutuskan, maka pasti akau akan perjuangkan. Meskipun harus mati di tengah jalan aku tidak akan menyesal. Karena hidup adalah perjuangan. Berjuang bukan untuk mati tapi untuk hidup.

       Seperti itulah kata salah satu tokoh kartun kesukaanku. Allah telah memberikan kita ladang untuk berjuang masing-masing, jadi tidak perlu rebutan ya gaes. Jika kamu seorang pelajar maka belajarlah secara bersungguh-sungguh, jujur, dan bijaklah. Jika seorang pedagang, berdaganglah dengan baik jangan sampai merugikan orang lain. Karena hasil yang sesungguhnya adalah proses.

       Tidak perlu iri dengan keadaan orang lain yang terlihat lebih indah. Karena sejatinya keadaan kita semua sama. Allah menguji hambanya sesuai dengan kapasitasnya. Allah tidak pernah memandang jabatan manusia Dia hanya melihat bagai mana perbuatan kita. Entah sebagai apapun itu. Bukankah menjadi seorang tukang becak yang jujur lebih baik daripada pejabat yang korup.

       Sebenarnya menjalani kehidupan ini mudah, bukankah Allah SWT telah menyediakan semua yang kita butuhkan. Mulai dari jalan cerita hidup rizqi, jodoh, semua sudah diatur. Kita hanya perlu melakukan sesuai keinginanNya. Kita sendirilah yang menyebabkan semua menjadi rumit. Sudah tahu dilarang masih saja dilakukan disuruh ke sini malah ke sana. Itulah yang menyebabkan kita sering merasakan kesulitan dalam menjalani hidup. Tapi Kemudian kita malah menyalahkan Allah. Betapa buruknya kita.

       Ampuni kami ya Allah, kami memang bodoh. jika tersesat atau melenceng dari sekenario yang diciptakan maka cepat-cepatlah meminta petunjuk sebebelum terlalu jauh. Percayalah Allah tidak pernah merencanakan hal buruk kepada hambaNya.Tetaplah sabar dan Istiqomah dijalannya dan kau akan terkejut dengan kabar hebat yang diberikan pada kamu di akhir nanti.

        Dalam kehidupan wajib kita untuk berjuang, karena surga bukan untuk pemalas.  Perjuangan yang sejati adalah perjuangan untuk tetap di jalan yang Allah kehendaki. Berjuang untuk melawan nafsu kita yang bertentangan dengan jalan Allah. Tidak berjuang yang asal-asalan, karena syetan pun berjuang untuk menyesatkan kita. Jadi jangan salah berjuang ya gais...
       

Rabu, 16 Januari 2019

Muntaber (Munafik Tapi Berhasil)

Revolusi Mental

Kemajuan suatu bangsa ditentukan bukan dari kekayaan alamnya, bukan dari luas wilayahnya, bukan juga dari banyak penduduknya. Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya Manusianya. Karena sebagai khalifah fil Ardhi manusialah yang akan bertanggungjawab atas semua yang terjadi di bumi.

Di zaman ini muncul penyakit bernama Muntaber (Munafik tapi berhasil) kata Amin Rais. Banyak sekali orang-orang munafik, penjilat, "aktor" bukan aktor sesungguhnya mengalami sukses besar. Karena moral atasan mereka yang suka dipuji, dan banyak orang ikhlas hanya diam tak melakukan apa-apa karena takut dianggap cari muka. Keadaan ini semakin memuluskan penyebaran firus muntaber.

Bangsa dan agama kita membutuhkan revolusi mental. Revolusi yang tidak sekedar selogan dan hipokrisi. Revolusi yang kongkrit dan haqiqi harus segera terjadi. Bangsa dan agama butuh kader yang kuat, bukan hanya sekedar kuat fisik tapi juga kuat akalnya(ilmu) dan hatinya(mentalnya). Jalur pendidikan adalah kunci untuk membina tidak hanya sekedar aqli namun yang lebih penting adalah hati. Seperti dalam hadist nabi di dalam tubuh manusia ada segumpal darah yang apabila segumpal darah itu rusak maka rusaklah seluruh tubuh dan apabila segumpal darah itu baik maka baik juga seluruh tubuh.

Memperbaiki hati anak bangsa lewat pendidikan, ajari mereka kejujuran, keikhlasan, keberanian, setelah itu ilmu pengetahuan. Karena ilmu ibarat pisau yang sangat tajam. Ilmu haruslah dipegang oleh orang-orang yang baik supaya tidak membahayakan. Orang yang pandai mengolah hati dan emosi. Bekerja dan beribadah berdasarkan keikhlasan menjalaninya dengan kejujuran, melakukan dengan keberanian, dan keilmuan. Menumpas kesombongan mereka adalah kestria sejati. Maka ilmu akan bermanfaat dan berkembang bagi semua orang dan lingkungan.

Kemajuan bangsa dan agama akan menjadi kenyataan. Apabila manusianya memiliki jiwa kesatria, akal ilmuan, dan hati seorang pahlawan. Kita haruslah sadar bahwa hidup bukan sekedar mencari perhatian. Tetapi hidup harus berani berjuang dan membuat perubahan yang bermanfaat bagi orang dan lingkungan.

Bukan Aku

Wajah yang selalu tersenyum Indah, memancarkan suasana kesejukan Namun aku tak pernah tahu isi hati Disana terlalu gelap dan sunyi Andai...