Bulan Ramadhan adalah bulan fastabiqul khoirot yang paling utama. Sehingga pada bulan-bulan sebelumnya yaitu bulan Rajab dan bulan Syakban biasa diumpamakan sebagai bulan (tanam dan siram) pemanasan untuk fastabiqul khoirot. Karena pada bulan Ramadhan ini pahala kita akan dilipat gandakan berbeda dengan di bulan lain. Dalam bulan ini juga ada malam yang lebih spesial dari malam lainnya yaitu malam Lailatul Qodar. Seperti yang kita ketahui bahwa malam Lailatul Qodar ini lebih baik dari seribu bulan. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk bermalas-malasan.
Bermalas-malasan pada bulan ini akan menimbulkan kerugian dan penyesalan. Karena belum tentu kita dapat menjumpai bulan mulia ini di tahun depan. Kita harus terus bersemangat beribadah di bulan suci ini. Jangan sampai kita hanya diawalnya saja. Kita harus tetap beristiqomah dan kuat beribadah. Kekuatan kita dalam beribadah inilah yang mencerminkan keimanan kita. Seperti terdapat dalam cerita berikut.
Al-kisah, di Madinah ada seorang kakek-kakek.
Kakek itu tidak terlihat merasa lelah mengikuti jama'ah sholat tarawih para Sahabat. Padahal bacaan al-Qur'an yang dibaca sangat panjang dalam satu rakaat bisa satu Juz. Menurut riwayat, jumlah rakaat shalat tarawih para sahabat lebih banyak dari rakaat shalat tarawih Nabi. Salah seorang dari mereka bertanya pada kakek itu. "kek, apa yang membuat anda kuat mengikuti shalat tarawih yang sangat panjang ini?, padahal anda terlihat begitu lemah. Sang Kakek menjawab: "yang membuat saya kuat adalah Iman saya, nak." (Dengan iman dan Akhlak saya menjadi kuat. Tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah).
Semoga kita tetap bisa Istiqomah dan meraih malam Lailatul Qodah....Aamiin...
Selamat menunaikan ibadah puasa, kawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar