Kata Hijrah sering sekali kita dengarkan dari lisan generasi milenial. Bahkan menjadi tren di beberapa orang. Ini adalah suatu kemajuan yang baik. Karena kesadaran beragama semakin meningkat. Orang semakin sadar akan pentingnya mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan.
Namun ada beberapa hal kecil yang harus kita koreksi. Bahwa kata Hijrah sendiri sebenarnya kurang tepat untuk di gunakan di era sekarang. Karena tidak ada hijrah setelah penaklukkan kota Makkah. Kata yang lebih tepat adalah taubat, kembali belajar agama.
Jika kita melihat sejarah, hijrah di zaman Nabi penuh dengan pengorbana. Tidak hanya harta yang mereka tinggalkan bahkan keluarga. Namun Allah mengganti harta dan keluarga mereka karena Nabi mempersaudarakan mereka dengan orang Yasrib atau Madinah. Untuk generasi milenial sangat diharapkan mampu mencontoh semangat para sahabat nabi dalam berhijrah. Karena pengorbanan zaman sekarang tidak seberat pada zaman Nabi.
Dan jika kita sudah benar-benar berhijrah (bertaubat) maka jangan kalian melihat ke belakang. Jangan sekali-kali mengingat kenikmatan dosa yang kita buat. Karena Iblis telah siap di perempatan jalan untuk membelokkan kalian dari jalan yang lurus. Tutuplah kelakuan buruk dengan perilaku baik ke sesama.
Mari bertaubat berjamaah, karena Allah tidak pernah lelah mengampuni hambaNya. Bahkan hambaNya yang lelah bertaubat...