Melihat Masa Depan
Semakin lama, kebutuhan manusia semakin banyak. Zaman dahulu bolehlah kita mengatakan asalkan perut kenyang hati tenang. Itu karena kebutuhan masih sedikit. Tetapi pada zaman sekarang meskipun perut kenyang hati belum bisa tenang. Masih banyak kebutuhan lain yang menjadi beban pikiran manusia zaman sekarang. Mulai dari gawai, kuota internet, listrik, bensin dll belum lagi hutang. Coba kalau listrik mati satu minggu saja, berapa banyak orang yang akan unjuk rasa. Padahal zaman kakeknya kakek kita bisa hidup nyaman tanpa listrik.
Manusia semakin rakus sedangkan alam semakin kurus. Cadangan kekayaan alam yang sejatinya diciptakan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan seluruh manusia sepanjang zaman harusnya cukup. Tapi kerusakan dan kemubaziran manusia dalam penggunaanya yang menyebabkan ketidak cukupan. Menunpuk kekayaan padahal tetangganya tidak bisa makan. Menyalakan lampu padahal tidak butuh. Membuang barang yang mestinya masih bisa dipakai.
Sejatinya barang-barang yang kita buang adalah milik anak cucu kita di masa depan. Harusnya mereka berhak mendapatkannya. Tetapi jatah mereka kita musnahkan sebelum mereka ada. Betapa jahatnya kita. Kalau saja mereka menemukan mesin waktu pasti mereka akan menasehati kita saat ini. "Kanapa kalian begitu rakus saat ini, sehingga kami di masa depat sangat kekurangan. Apakah kalian tidak berpikir": kata anak cucu kita.
Karena itulah saya sangat apresiasi terhadap organisasi-organisasi pecinta lingkungan. Karena memberi harapan kehidupan yang lebih baik untuk masa depan. Bukankah kita ingin mereka anak cucu kita berada dalam keadaan yang lebih baik, atau setidaknya membuat mereka bangga membaca buku sejarah karena keberadaan kita. (Kalau kita ditulis di buku sejarah)hehe. Plus kalau mereka suka membaca. Ya... setidaknya diriku pernah berjuang.
Saya sangat penasaran sekaligus antusias dengan komunitas DIARY. Bukan hanya karena ada mbak Eka hehe. Tapi karena mereka berjalan atas dua sasaran sekaligus, yaitu lingkungan dan literasi. Jujur ini baru pertama kali saya lihat, menurut saya ini adalah ide genius. Meskipun beberapa orang, tidak mingkin membidik dua sasaran dengan satu anak panah. Tapi kita jelas berbeda dengan anak panah, wkwkw. Bukan maksud menyindir atau menyalahkan. Mungkin motto hidup mereka kerja, kerja, kerja. Ya...tidak salah sih, tapi bukankah lebih baik kita kerja cerdas daripada sekedar kerja keras.
Maaf apabila ada salah kata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar