Cari Blog Ini

Senin, 14 Januari 2019

Capek Taubat

                            Capek taubat

Cabutlah kejahatan dari dalam hati saudaramu dengan mencabutnya dari dalam hatimu sendiri”

                       (Ali bin Abi Thalib)

     Harusnya aku merenungi nasihat indah ini ya friends? Bukankah dunia memiliki hukum aksi reaksi yang masih berlaku. Saat kita memberikan gaya pada benda maka benda itu akan memberikan gaya yang sama secara berlawanan. Apa yang mereka lakukan terhadap aku disebabkan oleh apa yang aku lakukan terhadap mereka. Jika aku inggin mereka berubah aku harus merubah diriku dahulu.

                             Yaa Allah,
“Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui               rahasia batin dan lahirku,
         maka terimalah permintaan maafku.
Engkau Maha Mengetahui apa yang ada pada diriku,
             Maka ampunilah dosa-dosaku”

(Do’a Nabi Adam AS. Munajat Al Ghozali)

         Bukankah Allah sudah mengetahui apa yang aku nyatakan dan yang aku sembunyikan. Maka betapa bodohnya aku bila tidak mengakui kesalahanku. Bukankah Allah sudah tahu, kenapa aku harus menyebutkan? Karena sebagai tanda pengakuan, penyadaran, penyesalan, kehinaan, dan kerendahan diri sebagai manusia yang penuh dosa, di hadapan Allah yang Maha Sempurna. Ampuni Kami ya Robb.....

           Apakah Engkau Akan Mengampuni Kami.
Dunia adalah tempat ujian bagi manusia. Semua keindahan dan kemewahanya yang nyata, terlihat oleh mata dan terasa oleh indra. Sementara siksa dan deritanya juga nyata, terasa oleh jiwa dan raga. Karena itulah banyak manusia yang tertipu dan terpedaya, mereka lupa jikalau kenikmatan dan siksa dunia hanya sementara.

            Dunia tak henti-hentinya mengoda dengan berbagai macam cara. Cara halus maupun kasar terkadang secara langsung atau melalui media sosial. Tak jarang kita terjebak, terjerumus, kemudian bertaubat setelah itu terjerumus lagi berulang-ulang kali. Apakah Allah mau memberikan Ampunanya?. Aku juga tidak tahu, yang aku tahu selama Allah masih memberikan kehidupan berarti Allah masih memberi kesempatan kita untuk bertaubat.

            Godaan dan ujian di dunia datang terus menerus, entah berupa nikmat atau tidak. Sedangkan iman kita fluktuatif karena ada dalam hati. Hati dalam bahasa Arab adalah قلب dari kata قاب يقلب artinya membolak-balik. Karena hati kita yang suka terbolak-balik. Terkadang iman kita kuat, namun suatu saat juga bisa lemah.

           

1 komentar:

  1. Kenapa sih judulnya capek taubat? Karena kita harus sering bertaubat, sampai ke-capek-an itu capek kepada kita. Dosa kita sangat banyak dan hati selalu terbolak balik. Maka haruslah sering sering bertaubat.

    BalasHapus

Bukan Aku

Wajah yang selalu tersenyum Indah, memancarkan suasana kesejukan Namun aku tak pernah tahu isi hati Disana terlalu gelap dan sunyi Andai...